• Arsip

  •  

    Agustus 2008
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Kategori

  • atashi

  • Tahukah Anda? Hal-hal Sepele yang Luput dari Perhatian

    1. Beberapa bahasa di dunia memilii kosakata yang mirip untuk menyebut “nama” Indonesia/Melayu (nama), Inggris (name), Jepang (namae), Perancis (nom). 2. Printer Epson R230 tidak memiliki colokan USB. Memang terdapat colokan yang bertuliskan USB namun itu adalah konektor untuk CPU, sedangkan sisi kabel yang menuju printer bukan konektor USB. Padahal beberapa ponsel canggih yang baru dapat mencetak langsung bila dihubungkan dengan dengan printer menggunakan kabel USB. 3. Di rubrik Klasika Kompas terdapat ikon berupa sepasang lebah yang tampilannya menyesuaikan kolomnya. Misalnya untuk kolom obituary, lebah akan tampak dikelilingi halo dan mencucurkan air mata. Di kolom properti lebah akan tampak membawa gulungan kertas. Di kolom lowongan pekerjaan lebah akan memegang tas dan memakai dasi. Bahkan pada edisi tematik misalnya Imlek yang lalu pasangan lebah tampak mengenakan pakaian Cina berwarna merah. 4. Kebanyakan konsumen Indonesia kurang suka menanyakan hal-hal teknis yang berhubungan dengan angka-angka. Hal ini saya alami waktu membeli ponsel, saya tanya layarnya bagus mana antara dua pilihan, dan si penjual (vendor terkenal, lho) menjawab sama saja. Padahal saya tahu dari web maupun majalah bahwa resolusinya berbeda. Satunya 176 x 220 pixel, satunya lagi 240 x 320 pixel. Ketika saya klaim pada penjual, ia malah menjawab kurang tahu hal-hal semacam itu. Ini tidak terjadi di satu tempat tapi nyaris semua konter HP yang saya kunjungi (8 konter). Kalau sampai penjual tidak ngurusi teknis, berarti memang jarang ada konsumen bertanya.
  • Blog Stats

    • 779 hits
  • Klik tertinggi

    • Tidak ada

Horcrux : Mungkinkah JK Rowling Salah Tulis?

    Saya mencatat beberapa pertanyaan tak terjawab soal Harry Potter, yang merupakan keganjilan soal beberapa hal dalam heptalogi itu. Pertanyaan-pertanyaan ini saya susun setelah saya menamatkan ketujuh bukunya namun belum ada jawaban memuaskan yang ditemukan (mengacu pada isi buku, bukan pada perdebatan non-ofisial yang terjadi di forum para fans Harry Potter).

    Pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut :

  1. Mengapa Hagrid tidak ditangkap saat menggunakan sihir? Seperti kita tahu dalam buku pertama seri HP, Hagrid menyihir Dudley Dursley berekor babi, padahal dalam buku ke-2 kita tahu sejarah Hagrid dikeluarkan dari Hogwarts dan tongkatnya dipatahkan, dan dilarang menyihir. Kementerian Sihir saja bisa melacak Harry Potter yang menyihir Patronus di buku ke-5 padahal dilarang (karena di bawah umur), masa mereka tidak bisa mendeteksi Hagrid saat menyihir sepupu Harry?
  2. Apa yang dimaksud Dumbledore soal “kerusakan mengerikan yang telah kalian timpakan pada anak malang yang duduk di antara kalian” alias Dudley Dursley? (buku ke-6, hal. 76 terjemahan Indonesia)
  3. Dan kita sampai pada pertanyaan terpenting : Mengapa Harry Potter dinyatakan sebagai Horcrux ketujuh, bukankah jumlah Horcrux hanya enam? Hal ini seperti ditegaskan Dumbledore (buku ke-6,hal.632) : “Tapi pertama tidak, Harry, bukan tujuh Horcrux, tetapi enam. Bagian ketujuh jiwanya, betapapun rusaknya, tinggal di dalam tubuh regenerasinya.”
  4. Bagi para pembaca yang mengetahui jawaban akan pertanyaan-pertanyaan ini, mungkin bersifat spekulatif, silakan meninggalkan comments.

2 Tanggapan

  1. sebenarnya ada masalah “waktu” yang juga tak terjawab di Harry Potter, yaitu ketika Hermione memakai kalung yang dapat membuat dirinya melihat dirinya di masa lalu. Ada logika yang “ajaib” di situ, yakni ketika Hermione kembali ke untuk melihat dirinya yang lampau, berarti dirinya yang “kini” tetap eksis, dan mengikuti “takdirnya”. Dalam satu kala waktu itu, sebenarnya ada 3 Hermione. tapi ahh, namanya juga dongeng, “kesalahan” semacam itu kadang jadi mengasyikkan…

  2. Maksudnya Hermione 3 tu apa aja, Mas? Kan yang 1 dari rumah Hagrid, yang satunya yang mau menyelamatkan hipogriff dan Sirius, la yang satunya lagi siapa?

Tinggalkan Balasan