Posted on September 20, 2008 by griyatawang
Pertanyaan remeh, sekali lagi. Namun menyambung dari artikel sebelumnya, menghayati mukjizat dimulai tiap pagi sebagai awal hari.
Pertama, saat membuka mata, ucapkan syukur : Tuhan, terima kasih aku boleh bangun lagi. Tuhan Allah berhak mencabut nyawa kita setiap saat, dan kalau itu terjadi kita juga bersyukur karena boleh berjumpa denganNya lagi. Namun jika diberi satu hari [...]
DIarsipkan di bawah: deep inside | Leave a Comment »
Posted on September 20, 2008 by griyatawang
Kebanyakan dari kita menganggap mukjizat adalah sesuatu yang besar-besar. Misalnya orang lumpuh tahu-tahu berjalan, orang buta melihat, dan orang mati hidup kembali. Namun penyelenggaraan Allah dalam hidup kita tidak melulu seperti itu. Mukjizat itu ada setiap hari, tiap detik, tiap helaan nafas kita. Banyak yang meremehkan fakta bahwa anugerah udara napas kita itu adalah mukjizat. [...]
DIarsipkan di bawah: deep inside | Leave a Comment »
Posted on September 20, 2008 by griyatawang
Mahasiswa zaman sekarang berpikir praktis : lulus cepat, IP empat, kerja nikmat, selamat dunia akhirat. Seakan-akan rencana hidupnya sudah well-done di depannya, tinggal menjalani. Kenyataannya, rencana Tuhan luar biasa bagi diri kita, hingga apa pun yang direncanakan orang belum tentu sesuai dengan kenyataan yang menanti di hadapannya.
Nah, apa hubungannya pengantar tadi dengan judul tulisan ini?
Berikut [...]
DIarsipkan di bawah: deep inside | 2 Komentar »
Posted on September 7, 2008 by griyatawang
Di kompleks kafe tenda Jl. Gajahmada, ada salah satu kafe yang menarik minat saya selagi beberapa kali lewat. Hiu Bakaran namanya. Jual hiu, nih, pikir saya. Nah, waktu saya ke sana, memang kafe ini menjual seafood yang kurang lazim. Kalau kepiting, kerang, udang, srimping, cumi, itu mah biasa. Ikan-ikan seperti kerapu, dorang, baronang, bawal, kakap [...]
DIarsipkan di bawah: wisata kuliner | Ditandai: bakar, seafood | Leave a Comment »
Posted on September 7, 2008 by griyatawang
Warung yang buka malam hari di Jl. Sirojudin ini menyediakan nasi gandul dengan harga khas mahasiswa. Bagaimana tidak khas mahasiswa, nasi gandul dengan lauk daging dihargai Rp 5000,00.
Penyajiannya dengan piring dilapis daun pisang, kalau pesan dibungkus pun kertas coklatnya dilapis daun pisang.
Nasinya dengan porsi sedang dipadukan dengan potongan lauk yang kita pilih. Ada daging, paru, [...]
DIarsipkan di bawah: wisata kuliner | Ditandai: nasi, tembalang, tradisional | 1 Komentar »