Mengapa harus menunggu sampai kehidupan berikutnya
Jika dapat kujumpai kau kali ini
Mengapa harus menganggap takdir melarang
Jika dapat kutatap matamu kali ini
Bukankah masa tak terhitung dan takdir tak terkurung
Dan diri kita hanya sepasang planet di angkasa raya
Beban rindu makin berat
Pikulannya menggoreskan luka di bahu
Sementara jalan ke penghabisan berkabut dan tak berujung
Melupakanmu memang dapat meringankan
Hanya sedetik dalam seabad
Sebab [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: menunggu | Leave a Comment »

