Bubur Ayam Pak Brewok


Warung bubur yang berlokasi di Jl. Ngesrep setelah patung kuda Undip ini laris di pagi dan sore hari. Jualannya bubur ayam gaya Jakarta, yang kuahnya adalah kuah kunyit yang gurih. Tidak seperti bubur ayam semarangan yang kuahnya banjir, bubur jakarta ini kuahnya becek alias sedikit asal basah.
Krupuknya juga beda. Bubur Pak Brewok pakai krupuk warna-warni. Keistimewaannya ada pada olahan kuah yang gurih serta buburnya yang sedap.
Sekadar informasi, saya pernah makan bubur ayam di Totem (Toko Tembalang, Jl. Sirojudin), rasa kuahnya kurang gurih, malah dapat dibilang asin. Jadi memang perlu racikan yang pas untuk kuah semacam ini. Oya, saya juga tidak menggunakan kedelai dalam bubur karena memang saya kurang suka perpaduan rasa renyah dalam bubur yang lembek. Krupuk pun harus saya rendam kuah supaya lembut dan tidak kemriuk. Memang kesannya jadi kurang jakarta, yah tapi secara umum lidah saya tetap bisa menerima bubur ayam Pak Brewok.

bubur ayam
bubur ayam

Untuk sarapan pagi, seporsi bubur dengan harga Rp 5000 ini pas mengenyangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s