Apa yang Kau Lakukan Tiap Pagi?


Pertanyaan remeh, sekali lagi. Namun menyambung dari artikel sebelumnya, menghayati mukjizat dimulai tiap pagi sebagai awal hari.

Pertama, saat membuka mata, ucapkan syukur : Tuhan, terima kasih aku boleh bangun lagi. Tuhan Allah berhak mencabut nyawa kita setiap saat, dan kalau itu terjadi kita juga bersyukur karena boleh berjumpa denganNya lagi. Namun jika diberi satu hari baru pun kita juga harus bersyukur karena artinya Tuhan masih memberi kita kesempatan berkarya di bumi, mungkin juga untuk bertobat dari kesalahan kita kemarin.

Kedua, buka jendela kamar, atau keluarlah lihat matahari pagi. Lihat cahaya malu-malunya, resapi kehangatannya, dan tarik nafas dalam-dalam.

Ketiga, minumlah air banyak-banyak. Saya biasa minum dua gelas besar air, fungsinya secara fisiologis adalah membersihkan ginjal (nanti kita akan banyak kencing, membuang racun yang terlarut dalam air). Namun fungsi spiritualnya adalah membersihkan jiwa kita, seperti air baptisan yang menyucikan kita. Air adalah pelarut universal dalam ilmu kimia. Dengan memulai hari dengan minum banyak air, secara simbolis kita memulai hari dengan tenang dan bersih, serta meditatif.

Keempat, sarapanlah dengan buah. Saya ambil contoh apel. Saya suka apel karena ada penelitian membuktikan bahwa apel membuat kita lebih terjaga di pagi hari daripada kopi. Saya tak tahu zat apanya, mungkin juga karena mengunyah apel menggerakkan seluruh otot rahang kita secara bertenaga dan kegiatan mengunyah enerjik seperti itu tentunya membuat kita tidak ngantuk lagi.

Ada cerita menarik dari sepotong apel dan matahari. Tuhan Allah menciptakan matahari. Di dalam matahari ada reaksi fusi nuklir inti atom hidrogen menjadi inti atom helium (Maaf kalau reaksinya fisi, saya sering terbalik dengan reaksi bom atom, mohon koreksi kalau salah). Energi foton itu diteruskan dengan kecepatan cahaya 300.000 km/jam sampai ke bumi. Waktu tempuhnya 8 menit. Jadi cahaya matahari yang kita lihat sekarang adalah cahaya yang keluar dari matahari 8 menit yang lalu. Ada sebuah intermezo, bahwa jika reaksi fusi nuklir matahari berhenti (energi fotonnya habis) maka bumi “baru” akan kiamat 8 menit kemudian. Kegelapan itu akan datang.

Kembali ke energi foton. Oleh klorofil dalam daun, energi matahari diubah menjadi glukosa melalui reaksi terang dan gelap. Glukosa disimpan dalam bentuk pati, fruktose, sucrose yang ada di sekujur tanaman. Buah, misalnya, jadi tempat penimbunan cadangan makanan ini.

Jadi kalau kita makan sebuah apel, kita merasakan sendiri energi mahadahsyat Sang Pencipta melalui serangkaian jalur fisika, kimia, dan biologi. Bahkan kalau dirunut ke belakang, energi dari tiap bintang di alam semesta ini berasal dari massa tunggal sangat padat berupa singularitas yang kemudian meledak menjadi alam semesta dalam The Big Bang. Sungguh luar biasa karya Allah Semesta Alam.

Jadi, setelah bangun, mengucap syukur, minum air, dan sarapan, siaplah fisik, hati, dan pikiran kita menghadapi satu lagi hari baru. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan penyalur berkat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s