Kwetiau Tagung


Ini juga di Sirojudin (duh, mahasiswa Tembalang banget nggak sih…). Lulus tekkim langsung deh bergelar ST (Sarjana Tembalang) hehe..maap pak dan bu dosen. Yah cukup bercandanya, kembali ke kwetiau. makanan favoritku yah Indonesia pastinya habis cocok di lidah sendiri. Masakan kedua favorit adalah masakan Asia. Entah kenapa, aku tuh asian-minded banget, mulai dari lagu, musik, pakaian, film, sampai makanan. Contohnya saja, J-culture n J-pop, lagu mandarin, film Hongkong, trus masakan pun suka yang berempah-rempah dari India, Arab, Thailand, n yang beraneka rasa kaya chinese food, trus makanan sehat ala Jepang. Pokoknya bumbu-bumbu masakan Asia tuh kaya dan beragam.

Yang paling mudah ditemui masih chinese food. Nah yang di Jl. Sirojudin, ada warung Bakmi Tagung Salatiga. Kata teman-teman kwetiaunya enak. Nyoba deh. Nah, beneran.

Cuma satu kata buat menggambarkan : MAKNYUS! Chinese food selalu menjadi misteri bagi saya. Zaman dulu, mitosnya buat menjatuhkan usaha warung makan chinese food adalah isu penggunaan minyak babi yang memberi rasa khas. Pada kenyataannya, mereka halal kok.Trus ada isu kedua soal penggunaan MSG yang menimbulkan CFS (Chinese Food Syndrome) berupa rasa pusing atau tenggorokan sakit setelah makan chinese food. Lho, bukannya soto dan bakso juga begitu ya?

Jadi setelah melihat proses memasak di berbagai warung chinese food, kusimpulkan rata-rata vetsin yang digunakan standar kok, kayak pedagang lainnya. Kalau masih khawatir, bilang saja seperti kalau saya beli bakso atau bakwan yaitu : nggak pakai moto ya.

Penasaran dengan Bakmi Tagung, saya perhatikan juga bumbunya. Saya pengen buat chinese food dengan bumbu-bumbu yang halal dan aman, maka saya perhatikan bumbu apa sih yang dipakai para pedagang. Rata-rata tuh minyak wijen, kecap ikan (yang gambar etiketnya adalah ikan kakap merah), kecap asin, air bawang, saus tiram (untuk restoran biasanya), dan kecap manis. Minyak wijen dan kecap ikan ini adalah kunci chinese food enak.

kwetiau-tagung

Kalau isi kwetiaunya sih standar, yaitu telur dan ayam. Bikin kwetiaunya juga nggak putus-putus. Jago deh yang masak. Terutama soal ngracik bumbu, wah untuk sekelas warungan Bakmi Tagung te o pe be ge te dah…

Oya, harganya Rp 6000.

2 thoughts on “Kwetiau Tagung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s