Menjadi Penunggu


Mengapa harus menunggu sampai kehidupan berikutnya

Jika dapat kujumpai kau kali ini

Mengapa harus menganggap takdir melarang

Jika dapat kutatap matamu kali ini

Bukankah masa tak terhitung dan takdir tak terkurung

Dan diri kita hanya sepasang planet di angkasa raya

Beban rindu makin berat

Pikulannya menggoreskan luka di bahu

Sementara jalan ke penghabisan berkabut dan tak berujung

Melupakanmu memang dapat meringankan

Hanya sedetik dalam seabad

Sebab lagi dan lagi rindu akan menyerangku

Selama mataku belum tertaut padamu

Aniue e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s