Ada Chupacabra di Tembalang?


TEMBALANG– Diduga karena kelaparan, kawanan anjing liar menyerang
perkampungan warga di Jl Mulawarman Barat I, Kramas, Tembalang, pada Senin (16/2) dini hari sekitar pukul 03.00. (Suara Merdeka Cetak 17 Februari 2009).

Akibatnya nih pembaca, sebanyak 7 ekor kambing milik warga ditemukan mati mengenaskan yaitu dengan luka tercabik-cabik. Akan tetapi, janggalnya adalah si pemangsa ini tidak memakan daging kambing-kambing itu melainkan mengisap darahnya sampai habis. Nah lho, kalau logikanya anjing liar itu kelaparan, nggak mungkin lah minum darah doang pasti gak kenyang. Semestinya mereka juga melahap daging kambing itu.

Para warga sendiri juga merasa ganjil dengan peristiwa ini. Update berita selanjutnya :

Warga yang tinggal di daerah Kramas, Tembalang berencana akan “memancing” kawanan anjing liar agar keluar dari sarangnya. Warga akan menggunakan umpan kambing ataupun ayam yang diletakkan di lapangan tempat tujuh kambing yang mati dimakan anjing liar itu. (Suara Merdeka cetak 24 Februari 2009).

Nah, merujuk kepada berbagai informasi dan perkembangan kasus, pernahkan Anda mendengar pulung gantung (Jawa) atau chupacabra (internasional)?

Pulung gantung adalah fenomena metafisika yang pernah terjadi di Yogyakarta (Sleman) berupa kasus serupa yaitu matinya kambing-kambing dengan diisap darahnya tanpa dimakan dagingnya. Sedangkan chupacabra adalah monster yang disebut-sebut di dunia barat sebagai penghisap kambing (goat sucker) dan mengundang sejumlah kontroversi mengenai asal-usulnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Wikipedia asal nama makhluk ini adalah bahasa Spanyol el Chupacabras chupar yang artinya menghisap dan cabra berarti kambing. Walaupun keberadaannya dianggap sebagai hewan legenda saja oleh para ilmuwan, namun sejumlah saksi mata ternak-ternak itu mengakui bahwa sang pembunuh ternak adalah Chupacabra. Makhluk ini digambarkan seukuran beruang dan berekor.

Sedangkan menurut informasi lainnya, Chupacabra adalah sejenis alien bangsa hybrid yang diciptakan supaya mereka dapat tinggal lebih lama di dimensi manusia. Hipotesis mengenai status alien bagi Chupacabra ini semakin diperkuat dengan adanya pengakuan para saksi bahwa sebelumnya di sekitar tempat kejadian terdapat cahaya-cahaya melayang yang disebut-sebut sebagai UFO.

Sedangkan hipotesis lain menganggap Chupacabra ini adalah monster hasil rekayasa genetic AS yang melarikan diri dari lab di Puerto Rico. Maka tak heran apabila serangan chupacabra terjadi di daerah-daerah Amerika seperti Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Chile, Kolombia, Honduras, El Salvador, Panama, Peru, Brazil, AS, dan Meksiko.


Menurut keterangan penduduk sekitar Kramas, alasan mereka menduga bahwa penyerang kawanan ternak adalah anjing liar yaitu karena suara gonggongan yang didengar warga beberapa jam sebelumnya di sekitar lapangan tempat matinya ternak. Namun kesaksian ini jangan melemahkan kita terhadap kepastian bahwa memang anjing liarlah penyebab kematian ternak, sebab dilaporkan chupacabra juga kadang muncul sebagai anjing liar dengan penampakan tak berambut dan mirip reptile. Pada kasus-kasus lain di Texas, Maine, dan Filipina, tampak hewan caninus (sebangsa anjing) yang sempat dipotret. Namun sulit juga untuk mengidentifikasikan makhluk tersebut dengan anjing atau serigala local karena sama sekali tidak mirip. Selain itu tampak perawakan mirip persilangan anjing chow atau Akita Inu. Pada sampel yang berhasil ditangkap atau mati tertabrak mobil telah dilakukan penelitian.

University of California, Davis dan Texas State University, San Marcos, setelah melakukan penelitian DNA mengklaim bahwa makhluk tersebut hanyalah coyote biasa. Namun, mungkinkah terdapat coyote di Indonesia?

Sedangkan jika betul-betul pemangsa kambing-kambing itu adalah anjing liar, perlu diketahui penyebabnya mengapa kawanan anjing liar itu hanya menghisap darah. Karena seringkali perilaku abnormal hewan menunjukkan tanda-tanda mutasi genetic atau pengaruh penyakit tertentu. Bukan tidak mungkin dari fenomena yang bersifat sepele yaitu perubahan perilaku anjing ternyata membawa kita kepada fakta-fakta lain yang lebih berbahaya.

2 thoughts on “Ada Chupacabra di Tembalang?

  1. mmg agak terlambat bwt ksh komentar, tp yg jelas itu benar2 chupacabras, syng jarang ada yg tau mengenai fenomena ini. Tp kemana menghilangnya ya? Jd penasaran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s