Tata Kota


Judul postnya serem amat yah, kaya mata kuliahnya anak2 plano gitu heheheheh… Tenang2, ini bukan tentang kuliah, dan lagi bukan kapasitas saya utk membicarakan teori tata kota, udah jelas bukan bidangnya juga.

Ini pandangan saya sebagai orang awam terhadap tata kota di Belanda. Yang saya ceritakan pertama, tentu saja tempat saya tinggal sekarang, Den Haag. Untuk tidak membicarakan angka, jadi Den Haag sama seperti kota2 lainnya, terletak di bawah permukaan laut. Saya nggak tahu yang dam yang kayak apa, tapi ni saya sempat motret “dijk” atau bahasa Inggrisnya “dike”, atau bahasa Indonesianya tanggul. Jadi sebagai antisipasi global warming di mana efeknya adalah kenaikan muka air laut terhadap daratan, wajar dong negara yang seluruh permukaannya di bawah air laut seperti Belanda waswas.  Walaupun demikian, jarang ada berita banjir di kota ini. Yah kalau air tergenang karena hujan ya wajar2 aja si, di station Centraal dulu juga sempat banjir.

Nah tu pantainya, Scheveningen Beach. Yang sebel ma gw, gak usah diliatin modelnya, liatin aja tuh pantainya. Sebelah kanan tuh kaya dok pengunjung gitu, kita bisa naik ke situ, liat pantai dari atas dan foto2. Di sepanjang dok banyak toko-toko suvenir and resto gitu. Nah yang bulet paling ujung, ituuuu….adalaaaahhh….(apa ya??) Maaf lupa. Kalo menara yang kecil tinggi di sebelah kanan belakang dok pengunjung adalah tempat bungee jumping. Saya aja shocked banget liat bungee jumping setinggi itu.

Di bagian lain gambar, tidak ada di foto ini yang jelas, ada dijk (tanggul) buat Scheveningen. Bentuknya kaya bukit buatan yang sengaja memang ditimbun di situ kalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu.

 

Berikutnya, tata kota lain yang menarik adalah: Giethoorn. Ini sebuah desa wisata yang dicapai dengan naik kereta tujuan Amersfoort, terus pindah jurusan Steenwijk. (Di mana pastinya ya gak tau, kan taunya  naik kreta jurusan apa hehhehe malah kaya masinis). Ini adalah daerah utaranya Belanda, jadi ajip gile dingin banget lah.

Giethoorn ini (sayang gak ada fotonya diagramnya) dibangun dengan mengurug laut dengan tanah, membangun kanal dan bendungan. Makanya kegiatan paling dicari di Giethoorn adalah boat trip through the canals. Dengan harga 17,5euro per boat berkapasitas max 10 orang, jadi keren banget kita bisa menyusuri kanal dan melihat rumah2 cantik khas pedesaan di kanan kirinya. Beda jauh sama kota metropolitan DH yang rumah2nya bentuknya apartment and flat (biasa, anak kota maen ke desa hahahahah). Memang sih kita lagi gak nyari2 mollen, tapi nyari kanal2nya itu lho, cantik banget. Di tengah2 rute ada danau kecil, gak tau itu dulu laut yang dibendung atau emang danau udah ada di situ. Sempet ngeri juga pake motorboat di tengah2 danau gitu.

Berasa jadi orang2 tua yang maksa naik panggung istana boneka hahahaha…

Keren yah, karena kanal2 membatasi rumah2, jadi kesannya udah kaya  jalan gitu, dan harus pakai jembatan untuk dari satu sisi ke sisi lain.

Yak sekian dulu deh report mengenai tata kota. Next report: Tram and Train. Haduuuhh mau foto tram gak jadi2 terus, padahal selalu lewat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s