Kepada Hujan Kuadukan


Ingin kuulurkan tanganku

Menyambut hujan rintik-rintik di negeri oranye ini

Ingin kusambut tetes-tetes kerinduan langit kepadaku di kedua belah tangan ini

Dan menyembunyikannya dari kecemburuan bulan yang absen hadir malam ini

Kepada hujan, gemuruh murka angin pantai merajuk

Kepada hujan, bumi tunduk

Kepada hujan, kuadukan ratap malam-malam sepiku

Andai hujan bergerak naik, mendaki tangga mega-mega yang berarak, berat, dan kelabu

Disampaikannya keluhku kepada Penciptanya

Andai hujan, seusai puas menyetubuhi bumi, bergerak naik kepada langit yang kelam

Disampaikannya tangis tertahanku kepada Penguasa

Dan bintang, oh gemintang

Kau memilih untuk menghindar pikat sang rembulan

Kausisakan kekosongan gelap pekat di langit, seperti  mata orang mati

Beritahukanlah kepadaku, seperti apa semesta

Kupikir, ketika engkau pergi, engkau bermain-main di ujung semesta yang lain

Samakah ia, seperti dalam pesan hujan yang membentuk sungai kecil di balkonku?

2 thoughts on “Kepada Hujan Kuadukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s