Cherry Blossom dan Pejalan Kaki


Sebatang pohon cherry blossom dengan kelopak merah jambu dan putihnya tegak berdiri di sebuah sisi jalan yang sepi. Jalan itu jarang dilalui orang. Suatu siang yang terik, cherry blossom itu kedatangan tamu, seorang pejalan kaki yang tersiksa kepanasan karena sang matahari, dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah rimbun bunga sang cherry blossom sambil memakan bekalnya.

Di tengah-tengah lahapnya sang pejalan kaki menyantap bekal, cherry blossom bertanya,

Wahai pemuda, siang ini sungguh terik. Beristirahatlah dahulu sembari menunggu matahari sedikit bergeser dan angin senja yang sejuk bertiup.

Sang pemuda setuju, dan ia tertidur di bawahnya. Ketika senja tiba, ia kembali bergegas melangkah, menyelesaikan perjalanannya. Ketika hari bertambah terik, dan cherry blossom itu juga tersiksa oleh matahari, sang pemuda tetap meluangkan waktu untuk duduk-duduk di bawah rimbun bunganya saat siang tiba. Mereka bercanda, dan tertawa. Angin kencang merontokkan bunga-bunga kering sang cherry blossom, namun pemuda itu mengiranya sedang menari-nari dan merontokkan bunganya demi menghiburnya.

Saat musim panas, buah cherry blossom itu begitu menggoda untuk dipetik. Merah dan manis rasanya. Cherry. Dan mereka terus bermain-main dan bercanda satu sama lain, sepanjang musim panas yang indah.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti musim. Musim gugur tiba. Cherry blossom tetap terlihat tegar dan kokoh. Sang pemuda melihat ada sesuatu yang berbeda dari cherry blossom ini, daun keringnya semakin banyak. Tiada bunga satu pun di pohonnya. Pemuda itu bertanya,

Wahai cherry blossom, mengapakah engkau kehilangan bungamu?

Cherry blossom menjawab,

Musim gugur semakin kejam. Sebentar lagi dedaunan ini akan menjadi kuning dan mengering, dan batang serta rantingku akan tak berdaun selama musim dingin sebentar lagi.

Pemuda itu membalas,

Berarti, tak mungkinkah aku bermain di bawah rimbun pohonmu selama musim dingin nanti?

Cherry blossom menggeleng lemah.

Pemuda itu mengangguk paham, dan mereka menghabiskan sisa waktu istirahat sang pemuda itu dalam diam. Masing-masing menyadari kehilangan yang semakin mendekat. Cherry blossom sangat merindukan pemuda itu, menginginkan supaya tak ada musim dingin yang datang agar dia bisa terus menyediakan keteduhan dalam perjalanan sang pejalan kaki. Namun, tak mungkin mengubah hukum alam. Musim dingin segera datang, tak bisa dihindari.

Minggu bergulir dengan cepat. Musim dingin sedang puncak-puncaknya. Namun cherry blossom, yang kini tinggal batang dan rantingnya tanpa sehelai daun pun, tetap bertahan. Ia menggigil kedinginan, dan dalam malam yang gelap dan panjang ia begitu merindukan sang pejalan kaki. Namun, tentu saja orang tidak keluar rumah saat salju lebat, dan keteduhan macam apakah yang bisa ia sediakan untuk seorang pejalan kaki saat ia sendiri pun tak punya daun dan bunga?

Tetapi jauh di dalam hatinya, ia selalu meneriakkan harapan akan musim semi yang segera datang beberapa bulan lagi. Musim semi yang indah dan cerah, sehingga sang pejalan kaki kembali melewati jalan sepi itu dan berteduh lagi di bawahnya, yang pasti dirinya sudah dipenuhi dengan bunga saat itu.

Dan percayalah, dia akan terus mekar, merah jambu dengan kelopaknya yang kaya, dengan harum yang lembut. Dia yang setia memberikan keteduhan bagimu, yang menggodamu dengan hujan kelopaknya yang lembut dan cantik. Dia yang bertahan dari siksaan panas terik dan hujan badai, demi bisa kuat dan memberimu pemandangan yang indah tiap kali kau memandangnya. Dia ada di jalan sepi itu, jalan yang tak banyak orang melaluinya apalagi melihatnya. Namun dia selalu ada di sana, menunggumu lewat kembali, dan mengulang saat-saat menyenangkan musim semi itu.

Den Haag, 1st May, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s