Cara Dapat Uang dan Persiapan buat ke Luar Negeri


Oke readers, blog saya kali ini simple, terinspirasi dari blognya mas Pratama Yoga Nugroho yang bahkan saya belum pernah ketemu orangnya, dan artikel Pak Rhenald Kasali berjudul Passport yang (konon, soalnya belum saya baca langsung) dimuat di Jawapos, 8 Agustus 2011.

Jadi pertanyaan yang mengambang di benak setiap orang membaca artikel Pak Rhenald Kasali ini adalah:

Bagaimana mendapatkan uang untuk pergi ke luar negeri, mulai dari biaya tiket, nginap, jalan2, oleh2, makan, etc?

 

Bukan, saya bukan Miss Jinjing yang memang secara finansial mantap menghabiskan uang untuk “belanja sampai mati” seperti tagline terkenal beliau. Walaupun saya juga membaca dan menyukai tulisannya, tapi saya mengingat keadaan finansial yang terbatas hehehehe.

Here are some tips:

  1. Cari beasiswa ke luar negeri, dan menabunglah dari uang beasiswa itu. Tidak perlu diceritakan panjang lebar, saya mendapatkan beasiswa ke Belanda, dan tau sendiri donk visa masuk ke Belanda itu bukan visa Belanda tok tapi visa Schengen, yang meliputi negara2 Eropa Barat dan lain2 yang silakan dicek sendiri di web (sayangnya UK dan Switzerland tidak termasuk). Berbekal visa itu, saya cukup menabung beasiswa untuk bayar tiket dan beli oleh2 atau makan. Nginap kalo ada kenalan, kalo gak ada ya cari negara yang dekat2 untuk weekend getaway.
  2. Menabunglah. Segala sesuatu itu diniatkan. Walaupun Anda mahasiswa/karyawan biasa, tapi yakinlah niat yang tinggi mencegah Anda memboroskan uang yang dialokasikan untuk jalan2. Pola pikir yang salah adalah: backpacking itu kalau ada uang atau kalau ada sela. Salah besar Saudara! Sama seperti orangtua menabung untuk pendidikan anak 5 atau 7 tahun lagi, begitulah kita seharusnya sedari dini sudah mempersiapkan dana untuk pergi ke luar negeri. Kalau tidak diniatkan dan tidak menabung, bagaimana dan kapan kita akan mendapatkan uang untuk pergi?
  3. Mengikuti event internasional yang disponsori. Baik itu seminar, training, etc, apalagi jika Anda kuliah di kampus yang memang melimpah kerjasama dan sarana membiayai mahasiswa ke luar negeri. Ini pernah saya alami. Memang dana kampus kurang, tapi jika diorganisasikan dan banyak peserta, bisa kok kita mencari sponsor luar. Apalagi kalau event Anda memang wah dan satu2nya wakil dari Indonesia, bisa mencari sponsor sampai department.
  4. Backpacking itu hobi. Mulanya (4 taun lalu saat masih menjadi anak cupu di kampus yang berjuang mendapatkan IP 4 *ups*) saya juga nggak mikir jauh2 nyampe ke luar negeri. Pertama kali ke luar negeri ke Malaysia untuk training pun, juga nggak berharap banyak di waktu mendatang bakal melihat lebih. Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan beasiswa ke Belanda itu, dan dari situ hidup setaun di sana, saya betul2 memanfaatkan kesempatan once-in-a-lifetime ini untuk menggila jalan2. Tentunya mental itu terbentuk setelah berminggu2 di Europe dan melihat foto2 teman yang lebih dulu melancong. Naaaa…..saran saya untuk Anda yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan itu, mulailah dengan yang dekat2, misalnya dalam negeri. Yang jauh2, jangan cuma Bali. Misalnya Lombok, Raja Ampat, P. Komodo (dan saya belum ke tempat2 itu loh hahahaha…ya ini sekadar contoh). Kalau belum berani bepergian jauh, coba deh ke kota2 menarik di provinsi Anda, dan menginap di sodara/teman/relasi atau terpaksanya di hostel murah, atau misalnya di beberapa tempat ada homestay. Seperti juga belajar, level yang dekat berbiaya murah itu tentunya harus ditingkatkan menjadi agak jauh, berbiaya agak mahal, dan pergi berombongan. Kalau sudah berani dan nggak gappet (gagap peta), coba jalan2 sendirian atau pulang pergi sendirian. Begitu seterusnya sampai Anda mantap berinvestasi jalan2 ke luar negeri.
Tantangan Jalan2 Sendirian
Jika Anda gappet (gagap peta), latihlah diri Anda dengan membaca peta busway. Serius, gak bercanda. Saya di Jakarta aja terpaksa kemana2 naik busway empet2an kaya ikan pindang dikalengin karena gak ada transport pribadi kan. Dan dari situ hikmahnya adalah saya belajar peta Jakarta. Yang tadinya awam pake banget, sekarang minimal kalo disuruh ke sini situ bisa mengecek peta busway, atau menanyakan empunya lokasi di mana halte busway terdekat.
Tantangan berikutnya adalah tantangan dari kejahatan. Nah, kalau yang ini memang saya masih banyak belajar, ibaratnya beda kota beda karakter orang dan modus kejahatannya. Jadi yaaaa….sekali lagi practice makes perfect.
Ok deh…segitu dulu. Jangan lupa cek kalender atau jatah cuti kalau mau jalan2 ^_^.
Tot ziens.

2 thoughts on “Cara Dapat Uang dan Persiapan buat ke Luar Negeri

  1. I have read your blog since last year. It is an interesting and inspiring blog for me…In your first arrival days to the Netherlands, you shared about your hard times since being far away from your family, and so on..Fortunately, I am also granted by the scholarship and will study in the Netherlands this year..Now, I absolutely know what you feel, since coming here I cannot stop crying and really wanna come back to Indonesia (although it’s impossible and it’s only in my mind)…Would you like to share how to overcome this feeling? thank you

    1. Hi there…first off, I guess you’re a woman, aren’t u? Coz I think it’s easier for man to cope with this emotional flood. My problem is about insecure feeling. Let’s see. You’re a woman, at the average age of 20 something, living abroad on your own.
      You only live once, and you only have one option: to move forward.
      I wondered about how my LDR would go, how my future would be, whether i needed to apply for a job there or not…or the worst case: whether I would be able to see my parents n bf back then.
      In the end, here I am with nothing to worry about. I apply for jobs in Indonesia and got called for interview several times. So…move on ^_^. Gefeliciteerd for your first step, and good luck for your life. I just have one word to describe my feeling back then and your feeling too: enjoy! That’s it. Enjoy the hilarious feeling of being abroad, enjoy the euphoria of first few weeks, enjoy the culture shock, enjoy the process of blue feeling and homesick, enjoy your education there, and enjoy the graduation n after-party. Enjoy Europe, too.
      Trust me, that everything will be fine. You’ll get used to live as an expat, you’ll get used to the food and habits, etc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s