My Muse

Sleep Paralysis, Mengapa Saya Memilih untuk Tidak Lucid Dream


Selamat berakhir pekan teman-teman semua!

Kali ini saya mau menuliskan pengalaman mengenai sleep paralysis yang “setia” mendampingi saya bertahun-tahun.

Tahukah teman-teman apa itu sleep paralysis?

Sleep paralysis adalah perasaan yang dalam bahasa Indonesia digambarkan sebagai “ketindihan” dan dikaitkan dengan pengalaman mistis/supranatural. Hal ini saya kurang setuju, dan saya lebih suka menyebutnya sleep paralysis atau secara harfiahnya berarti kelumpuhan saat tidur, karena lebih netral.

Memang saat mengalami SP, rasanya seperti lumpuh. Badan tidak bisa digerakkan, bahkan seperti sulit bernafas (saya katakan ‘seperti’, karena kalau sulit bernafas betulan berarti asma dong). Hal yang paling mengerikan dari SP menurut saya adalah kecenderungannya untuk menjadi Lucid Dream (LD).

Pengalaman saya tentang SP dimulai biasanya dari rasa ngantuk yang sangat, biasanya ketika tubuh kelelahan atau dalam kondisi stres akibat pekerjaan atau sekolah. Kemudian, jika saya berada di tempat tidur, rasanya sudah ingin menutup mata saja dan terbawa ke alam mimpi. SP ini juga pernah terjadi pada saya saat tidak sedang di tempat tidur, misalnya di kursi pesawat atau kereta, atau di perjalanan. Masalahnya, rasa ngantuk ini tidak bisa diabaikan.

Padahal logikanya nggak mungkin kan saya melihat pintu kan mata saya terpejam saat tidur.

Nah, setelah beberapa saat (detik, menit, entahlah) terjadi kelumpuhan. Badan tidak dapat digerakkan, nafas seolah-olah berhenti. Tetapi, yang menakutkannya adalah saya seperti dapat melihat sekeliling. Contohnya, sebelum tidur saya menghadap pintu kamar (misalnya tidur miring), nah saat mengalami SP atau malah sudah LD itu saya juga dapat melihat pintu kamar. Padahal logikanya nggak mungkin kan saya melihat pintu kan mata saya terpejam saat tidur. Tetapi, saya dapat melihatnya. Dan syukurlah, yang saya lihat ini tidak terdistorsi. Beberapa kasus SP dan LD bahkan saat dapat melihat sekeliling ini melihat yang “aneh-aneh”, berupa visualisasi dari makhluk tak kasat mata. Wow, syukurlah saya tidak sampai begitu. Jangan sampai lah, ya, *knocking wood 3 times*.

Pada tahap antara SP dan LD ini, banyak orang yang suka membiarkan dan bahkan mempelajari trik agar mengalami OOBE (Out of Body Experience). Katanya bisa bepergian ke berbagai tempat, menembus tembok, berkelana ke dimensi astral yang secara fisik kita nggak bisa. Kalau saya, NO!

Pada tahap yang menentukan ini, saya memilih berdoa. Saya berkata dalam doa saya, Yesus tolong bangunkan saya. Atau, Tuhan tolong bangunkan saya.

Saya nggak mau LD yang sampai keluar-keluar badan, karena dapat melihat sekeliling padahal mata terpejam sudah cukup mengerikan buat saya. Adakalanya saya begitu lemah dan lelah dan memang butuh beristirahat. Maka saya katakan dalam doa saya, Tuhan saya lanjut tidur saja, tapi tolong berikan mimpi yang indah. Hal ini saya lakukan untuk menghindari mimpi buruk akibat LD. Kata yang “hobi” LD, mimpi atau pengalaman astralnya bahkan bisa disetting, dan bisa serem-serem kalau sudah berkelana. Saya nggak mau tuh begitu. Duluuu sekali sebelum mempelajari apa itu SP dan LD, saya biarkan bablas tidur saja, akibatnya mimpi saya serem-serem.

Nah, sejak saya bekerja kantoran yang otomatis ritme hidup dan sirkadian saya lebih teratur (kerja Senin-Jumat, weekend libur), saya belum pernah SP dan LD lagi. Jadi saya pikir ini mungkin berkaitan dengan ritme tubuh yah. Berbeda sekali dengan ketika masih di rig dulu, hampir tiap minggu bahkan ada kalanya dua tiga malam berturut-turut SP dan LD. Fenomena ritme tubuh mungkin dapat menjelaskan mengenai perubahan pekerjaan yang meminimalisir SP dan LD, tetapi bagaimana SP dan LD yang saya alami waktu masih kuliah atau bahkan saat lebih muda? Entahlah.

Jadi, demikian yang bisa saya ceritakan soal pengalaman saya tentang SP dan LD. Semoga teman-teman pembaca bisa menarik pelajaran. Jika mau LD, itu kebebasan masing-masing individu. Tetapi, semua hal yang kita lakukan ada risikonya dan biarlah itu menjadi tanggung jawab masing-masing.

Ada yang pernah punya pengalaman SP dan LD? Feel free to share at comments section!

P.S. Di featured image, saya lagi bergitar. Main dong ke Soundcloud saya di

Love,

 

GriyaTawang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s